Sekolah SD : Dasar Hukum, Perlengkapan Anak & Jajanan Paling Laris

Sekolah SD : Dasar Hukum, Perlengkapan Anak & Jajanan Paling Laris

Anak-anak sekolah SD sedang melakukan upacara bendera. Ketika berkumpul di lapangan seperti ini, perlengkapan mereka seperti tas, alat tulis, dan lainnya, disimpan di dalam kelas.Sekolah Dasar (Sekolah SD) merupakan sekolah anak dalam jenjang pendidikan dasar formal di Indonesia. Lama waktu untuk menempuh jenjang pendidikan dasar ini adalah 6 (enam) tahun, yakni pada usia 7 – 12 tahun. Dalam tulisan ini, kami memaparkan seluruh aspek dari sekolah SD, mulai dari dasar hukum, perlengkapan sekolah, jajanan yang paling laris, dan hal lain yang perlu diketahui kita sebagai orang tua.

Biasanya, sebelum mengenyam pendidikan di sekolah SD, anak sudah mendapatkan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) selama dua tahun atau lebih.  Setelah itu, anak juga biasanya masuk sekolah TK. Berbeda dengan PAUD dan TK, sekolah SD memberikan kurikulum pendidikan yang cukup beragam dan lebih banyak dibandingkan dengan PAUD.

Anak akan diberikan pendidikan agama, kewarganegaraan, jasmani dan kesehatan, teknologi informatika serta komunikasi, bahasa indonesia, bahasa inggris, muatan lokal, matematika, sejarah, ilmu pengetahuan alam dan sosial, seni budaya, dan masih banyak lagi.

 

Dasar Hukum Sekolah SD

Berdasarkan Undang-undang Dasar 1945, sekolah SD memiliki pengertian sebagai salah satu upaya untuk mencerdaskan dan mencetak kehidupan bangsa yang bertaqwa, cinta dan bangga terhadap bangsa dan negara, terampil, kreatif, berbudi pekerti yang santun serta mampu menyelesaikan permasalahan di lingkungan.

Jika dahulu, banyak anak bangsa putus sekolah karena mahalnya biaya, nampaknya kini ini tidak lagi. Setelah dikeluarkannya Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 47 Tahun 2008 sekolah anak diwajibkan tamat hingga 12 tahun.

Sebagai kompensasinya, pemerintah kini membebaskan biaya masuk sekolah kepada seluruh peserta didik. Tidak hanya itu, peserta didik juga dibebaskan biaya buku pelajaran dan seragam sekolah. Bahkan, di beberapa wilayah seperti di Jakarta, pemerintah daerah memberikan program Kartu Jakarta Pintar (KJP).

Program tersebut merupakan bentuk kepeduliaan pemerintah daerah untuk mendorong angka partisipasi peserta didik dalam mewujudkan pendidikan wajib 12 tahun. Selain kompensasi penting diberikan kepada peserta didik, tenaga pengajar di sekolah SD juga kini sudah mulai diperhatikan.

Salah satunya adalah pemberian Tunjangan Kinerja dan sertifikasi guru. Sehingga, tenaga pendidik tetap termotivasi untuk mengembangkan potensi dan tanggung jawab mengajar. Namun sayangnya, pengembangan pendidikan di Indonesia belum begitu merata.

Tunjangan kinerja pengajar serta sertifikasi hanya berlaku di kota-kota besar saja. Tapi tidak di daerah lain, terutama yang terpelosok. Bahkan, beberapa tahun lalu sempat tersiar kabar bahwa masih banyak gedung-gedung sekolah yang rusak atau minimnya tenaga pengajar.

Menyekolahkan anak di sekolah SD memang harus betul-betul dipahami oleh setiap orang tua. Sebab, pada lingkung usia 7-12 tahun, anak sudah masuk ke dalam usia sekolah dimana mereka akan belajar dan beradaptasi dari stimulus eksternal yang mereka dapat.

Tidak hanya orang tua tetapi juga peran pemerintah untuk tetap senantiasa memberikan akses terjangkau bagi anak bangsa. Dengan begitu diharapkan mampu memajukan jenjang sekolah anak yang ideal dan menumbuhkan pendidikan karakter yang baik.

 

Perlengkapan Sekolah Anak SD

Jika anda hendak memasukan anak ke sekolah dasar, ada beberapa perlengkapan yang harus disiapkan.

1. Tas Anak Sekolah SD

Ada berbagai macam Perlengkapan Sekolah Anak SD. Salah satunya adalah tas. Tas anak SD harus dipilih dari bahan berkualitas, disukai anak, dan sesuai dengan jenis kelamin mereka.Tas anak SD tentu berbeda dengan tas anak TK ataupun PAUD. Selain ukuran, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan orang tua dalam memilih tas untuk anaknya yang mulai bersekolah dasar.

Pertama, tas anak sekolah perempuan SD harus dibedakan dengan tas sekolah anak laki laki. Tidak seperti anak TK ataupun PAUD yang belum memahami perbedaan jenis kelamin. Anak sekolah dasar umumnya sudah bisa membedakan apakah dia laki-laki atau perempuan. Pengetahuan ini berimbas pada preferensi barang-barang yang dimilikinya, termasuk dalam hal ini tas.

Selain itu, lingkungan sekolah dasar juga rawan dengan ledek-ledekan. Jika kita memilih tas anak sekolah perempun SD untuk anak laki-laki kita, maka kemungkinan besar anak kita akan dibully oleh teman-temannya.

Perbedaan kedua, anak-anak SD mulai memiliki model favorit sesuai dengan tokoh, jagoan, atau karakter kesukaannya. Berbeda dengan anak TK atau lebih muda yang tidak masalah jika dipilihkan, untuk anak SD sebaiknya kita mengajak anak memilih sendiri tas mereka. Dengan demikian, anak pun akan merasa bangga dan senang memakai tas sekolah pilihannya.

Contohnya yang saat ini ngetrend adalah film Tobot. Tas Tobot yang dipilih anak kita, akan menjadi kebanggaan sendiri untuk mereka. Teman-temannya pun pasti mengagumi tas tersebut.

Perbedaan ketiga adalah masalah kualitas bahan. Tidak seperti Taman Kanak-Kanak ataupun Pendidikan Anak Usia Dini, barang bawaan anak SD semakin banyak. Perlengkapan sekolah anak SD yang harus dibawa di tasnya semakin beragam. Hal ini menyebabkan, tas anak SD pun harus memiliki bahan yang lebih kuat dibandingkan tas anak-anak yang lebih kecil.

Itulah 3 hal yang harus diperhatikan dalam memilih tas anak sekolah SD.

2. Perlengkapan Alat Tulis Sekolah SD

Di Sekolah Dasar, anak-anak sudah mulai belajar baca tulis, menggambar, dan berhitung. Maka alat tulis menjadi perlengkapan sekolah anak SD yang harus dipersiapkan orang tua.

Kami membagi perlengkapan alat tulis ini ke dalam 4 bagian, yaitu wadah, alat menulis, alat menggambar & mewarnai, dan buku.

Wadah yang dimaksud disini adalah yang biasa disebut dengan kotak pensil. Sebuah wadah (yang tidak harus berbentuk kotak), yang bisa menampung semua perlengkapan alat tulis anak.

Yang kedua adalah alat menulis, seperti pensil dan pulpen. Tidak hanya dalam pelajaran menggambar, pensil juga kerap diperlukan anak-anak untuk mengisi LKS, ataupun mencoret-coret buku pelajaran. Sedangkan pulpen biasanya digunakan untuk ulangan harian, ataupun membuat tugas dari guru. Selain itu, perlengkapan pendukung dari alat menulis juga perlu dipersiapkan.

Perlengkapan pendukung untuk pensil misalnya, rautan, penghapus, atau isi pensil, jika model pensilnya menggunakan pensil isi ulang. Sedangkan perlengkapan pendukung untuk pulpen misalnya tip-ex dan isi ulang pulpen.

Perlengkapan ketiga adalah alat menggambar & mewarnai. Alat-alat ini biasanya tergantung kepada guru yang mengajar. Ada guru yang senang mengajarkan anak mewanai menggunakan crayon. Ada juga yang lebih memilih pensil warna. Namun ada juga guru yang senang bereksperimen menggunakan berbagai media, seperti cat air, cat minyak, stabilo, pewarna makanan, dan sebagainya.

Dalam hal ini, kita sebaiknya melakukan konfirmasi terlebih dahulu kepada guru yang bersangkutan. Sehingga peralatan menggambar & mewarnai yang kita beli, sesuai dengan pelajaran yang diberikan oleh guru di sekolah.

Perlengkapan terakhir adalah buku. Biasanya, untuk awalan, ada 2 jenis buku tulis. Pertama buku tulis bergaris, yang digunakan untuk mencatat pelajaran serta mengerjakan tugas. Kedua adalah buku gambar polos, yang digunakan untuk menggambar serta mewarnai.

Demikianlah 4 jenis perlengkapan alat tulis sekolah SD yang coba kami rangkum. Semoga informasi ini bermanfaat untuk anda.

3. Seragam Sekolah SD

Seragam merah putih merupakan Perlengkapan Sekolah Anak SD. Seragam ini biasa digunakan anak-anak Sekolah SD di kegiatan sehari-hari.Sekolah SD biasanya menggunakan 4 jenis seragam: seragam putih-putih, merah putih, seragam pramuka, dan baju batik.

Seragam putih-putih biasanya digunakan saat upacara, atau ekstra kurikuler seperti PMR, UKS, dan sejenisnya.

Seragam merah putih digunakan dalam kegiatan sehari-hari. Ini adalah seragam khas anak SD.

Seragam pramuka biasanya digunakan di hari Sabtu. Atau di saat ada kegiatan pramuka lainnya, seperti latihan pramuka, perkemahan sabtu minggu, dan lain-lain.

Sementara baju batik adalah baju khas yang disediakan di masing-masing sekolah. Baju ini biasa digunakan di hari Rabu ataupun hari jumat.

Seragam yang dibebaskan oleh sekolah biasanya adalah sepatu, kaos kaki, dan jilbab (bagi perempuan muslimah). Untuk sepatu, kebanyakan sekolah mewajibkan siswanya menggunakan warna hitam. Sedangkan kaos kaki dan jilbab, lazimnya adalah warna putih polos.

Sebaiknya, sebelum membeli berbagai seragam tersebut di atas, konsultasikan terlebih dahulu dengan pihak sekolah. Hal ini disebabkan karena banyak sekolah yang menyediakan secara lengkap seluruh seragam bagi murid-muridnya.

4. Perlengkapan Bekal Makan & Minum Anak SD

Meskipun tidak semua anak SD mau dibawakan bekal dari rumah, sebaiknya untuk awal, kita tetap mempersiapkan perbekalan untuk mereka. Hal ini disebabkan karena anak-anak masih dalam masa pertumbuhan. Mereka memerlukan makan dan minum yang sering. Sehingga dengan dibawakan bekal, diharapkan anak dapat makan dan minum kapanpun mereka inginkan.

Untuk mewadahi bekal tersebut, maka kita memerlukan 2 perlengkapan wajib. Pertama adalah wadah makanan, yang kedua adalah tempat minum.

Pilihlah wadah makanan yang kedap air, udara, dan menggunakan bahan yang aman untuk makanan (grade food plastic). Jangan tergiur dengan perabot plastik murah meriah. Biasanya plastik tersebut tidak aman dan dalam jangka panjang bisa membahayakan kesehatan anak-anak kita.

Hal ini juga berlaku untuk tempat minum. Selain kedap air, udara, dan aman, wadah minum juga harus dilengkapi dengan sedotan atau gelas. Hal ini untuk memudahkan anak meminum bekalnya, dan mengurangi resiko minuman tersebut membasahi seragam sekolah mereka.

Terkait hal ini, silahkan pilih wadah makan & minum bermerk, seperti Tupperware, Tulip Ware, dan merk lainnya. Jika kamu memiliki merk lain yang direkomendasikan, silahkan tulis di kolom komentar ya.. ^__^

5. Uang Jajan Anak SD

Uang untuk membeli jajanan anak SD paling laris.Di sekolah dasar, biasanya anak kita mulai mengenal yang namanya jajan. Tidak hanya dibelikan orang tua, namun anak-anak mulai berlatih melakukan transaksi sendiri.

Oleh sebab itulah, kita bisa membekali anak-anak dengan uang jajan. Namun sebelum itu dilakukan, ada baiknya kita melakukan survey ke sekolah SD tersebut, kemudian mencatat 3 hal berikut ini:

Pertama, apakah sekolah dasar tersebut memiliki kantin di dalam sekolah, ataukah tidak. Sekolah yang memiliki kantin di dalam, biasanya lebih terjamin, baik dari kualitas makanan, maupun penjual yang bisa dipercaya. Pesankan kepada anak untuk jajan hanya kepada pedagang kantin sekolah yang dikenal. Karena seperti kita ketahui, banyak kasus peredaran narkoba melalui jajanan yang dikonsumsi anak sekolah dasar.

Kedua, cari tahu harga rata-rata jajanan di sekolah anak-anak. Bekali mereka dengan uang jajan yang hanya cukup untuk membeli 1 jenis makanan saja. Dengan demikian, anak akan terbiasa untuk melakukan proses pengambilan keputusan.

Ketiga, cari tahu jajanan paling laris di sekolah tersebut. Sempatkan diri untuk datang di saat jam istirahat ataupun jam pulang. Perhatikan jajanan yang paling banyak dikerumuni anak-anak. Jika jajanan yang paling laris merupakan jajanan yang aman dikonsumsi, maka tidak ada masalah. Namun jika sebaliknya, sebaiknya kita beri pengertian terlebih dahulu kepada anak untuk memilih hanya jajanan sehat.

 

Jajanan Anak SD Paling Laris

Salah satu masa bahagia bagi seorang anak sekolah dasar adalah saat jam istirahat. Di jam inilah anak SD bisa keluar bermain dan jajan bersama teman-temannya.

Tanpa disadari, kegiatan jajan ini sebenarnya melatih anak-anak kita untuk melakukan transaksi jual beli. Meskipun lebih banyak kegiatan membeli saja, namun anak-anak juga secara tidak langsung mengamati para pedagang. Jika dibimbing secara benar, proses jajan ini justru akan menumbuhkan jiwa entrepreneur mereka.

Di SD, jajanan yang paling laris biasanya dari jenis makanan dan minuman. Sementara untuk mainan, fenomenanya hanya sementara dan musiman.

Terkait hal ini, kami merangkum beberapa jajanan anak SD paling laris. Diantarnya adalah cilok, cilung, dan kue leker. Berikut pemaparannya:

1. Jajanan Anak SD Cilok (Aci diColok)

Cilok merupakan salah satu jajanan anak SD paling laris. Aci dicolok ini digemari anak-anak karena murah, enak, dan mengenyangkan.Cilok, atau singkatan dari aci dicolok, merupakan jajanan yang paling laris sepanjang jaman. Sejak kami SD, cilok sudah ada dan laris. Hingga kini, cilok juga masih menjadi salah satu jajanan paling laris.

Cilok ini memiliki bentuk khas, bulat seperti bakso. Tidak seperti bakso yang dibuat dari bahan yang didominasi daging giling, cilok didominasi oleh tepung aci. Hal ini membuat harganya jauh lebih murah. Dengan modal murah inilah, cilok pun bisa dijual murah ke anak-anak.

Cilok biasanya disajikan dalam keadaan panas dan berkuah. Ditambah dengan berbagai jenis saos, kecap, dan sambel, membuat cilok semakin lezat untuk disantap.

Dengan harga yang murah meriah, rasa yang lumayan, serta mengenyangkan, membuat cilok disukai anak-anak.

2. Cilung & Telung (Aci dan Telur Gulung)

Cilung dan Telung merupakan satu varian makanan. Penjualnya biasanya sama. Hanya saja, komposisi bahannya membuat rasa maupun harganya sedikit berbeda.

Jika cilung didominasi oleh bahan tepung aci, maka telung didominasi bahan telur. Bahan-bahan ini dicemplungkan ke minyak panas yang mendidik, kemudian digulung menggunakan colokan yang terbuat dari bambu.

Cilung dan Telung disajikan panas di atas kertas. Kemudian diberi saus, sambel, atau kecap sesuai selera anak. Setelah itu, siap disantap.

Harganya yang murah meriah, dan proses pembuatan yang menarik, membuat anak-anak senang membeli makanan ini.

3. Kue Leker Jajanan Laris dan Manis

Kue Leker merupakan Jajanan Anak SD Paling Laris. Menyerupai martabak manis dalam bentuk mini.Kue leker merupakan variasi dari martabak manis yang berukuran mini. Berbahan tepung, dengan isian bervariasi, membuat kue leker terasa nikmat. Apalagi jika disantap dalam keadaan hangat.

Seperti martabak pada umumnya, biasanya toping atau isian kue leker banyak macamnya. Mulai dari coklat, keju, kacang, ketan, hingga meses berwarna-warni, membuat kue leker selalu laris manis.

Biasanya anak-anak SD memesan kue leker yang belum jadi, atau dengan kata lain, mereka meminta abang penjual untuk membuat dari nol. Hal ini disebabkan karena proses pembuatan kue leker cukup menarik bagi anak-anak.

Meskipun harganya lumayan, namun kue leker cukup banyak diminati anak-anak. Hal ini terjadi karena kelezatan, proses pembuatan yang menarik, dan kue leker membuat kenyang perut anak-anak.

 

Kesimpulan

Sekolah SD merupakan salah satu masa yang akan dikenang oleh anak seumur hidup mereka. Rentang waktu 6 tahun yang mereka habiskan disana, membuat kita sebagai orang tua harus memperhatikan benar proses pemilihan sekolah yang paling tepat untuk anak-anak.

Perlengkapan sekolah anak SD pun harus benar-benar dipersiapkan. Tas anak sekolah perempuan SD harus dibedakan dengan tas sekolah anak laki laki. Perlengkapan alat tulis, dan perlengkapan lain, harus dipilih sesuai minat anak. Jangan lupa untuk berkoordinasi dengan pihak sekolah terkait perlengkapan lain yang harus dipersiapkan.

Di sekolah dasar, anak juga belajar bertransaksi jual beli. Perhatikan jajanan anak SD paling laris, dan pastikan makanan ataupun minuman yang mereka beli, aman untuk dikonsumsi.

Tinggalkan komentar