Sekolah TK : Sejarah, Alternatif, Perlengkapan & Bekal Anak

Sekolah TK : Sejarah, Alternatif, Perlengkapan & Bekal Anak

sekolah TKSekolah Taman Kanak-kanak (Sekolah TK) merupakan pendidikan dini yang diikuti oleh peserta didik berusia 4-5 tahun. Bentuk sekolah TK adalah sekolah anak formal yang memiliki kurikulum fokus terhadap tumbuh kembang anak. Sehingga, dapat siap menuju pendidikan lebih lanjut.

Namun tahukah Anda, sekolah TK sebenarnya sudah ada sejak zaman penjajahan di Indonesia?

 

Sejarah TK

Pada Zaman Belanda, model pendidikan sekolah TK sudah menerapkan Montessori. Model sekolah ini menitikberatkan pada kebebasan peserta didik untuk mengembangkan gaya individualnya.

Karena memakai model pendidikan Montessori, maka sekolah TK zaman Belanda agak berbeda dengan sekolah TK zaman now. TK Montessori membebaskan para siswa untuk memilih sendiri kegiatan belajar yang mereka senangi. Sementara umumnya TK di Indonesia, memiliki kurikulum dan kegiatan yang mengharuskan anak belajar bersama-sama.

Sekolah Montessori juga mencampur anak dalam 1 kelas berdasarkan usia. Misalnya anak usia 4, 5, 6, sampai 7 tahun dicampur dan belajar bersama di kelas yang sama. Ini berbeda dengan sekolah sekarang, yang mengklasifikasi kelas berdasarkan usia.

Selain itu, sekolah TK berbasis Montessori tidak melakukan interupsi ketika anak sedang berkegiatan. Anak-anak dibiarkan bebas belajar sambil bermain selama minimal 3 jam tanpa gangguan. Inilah gambaran sejarah sekolah TK di zaman Belanda.

Sekolah TK di Zaman Belanda memang dikhususkan hanya untuk anak pemerintahan kolonial dan anak-anak pribumi yang berketurunan ningrat saja. Tetapi, kesadaran akan pentingnya pendidikan bagi anak bangsa sudah dirasakan oleh Ki Hajar Dewantara yang mencoba mengadopsi sistem pendidikan Belanda tersebut.

Alhasil, ia pun berhasil meraih akta mengajar di tahun 1915 dan pulang ke Indonesia untuk mendirikan perguruan nasional yang bernama Taman Siswa. Ia menerapkan model Montessori dan Froebel tetapi disesuaikan dengan adat Timur.

Pada 3 Juli 1922, Ki Hajar Dewantara mendirikan Taman Lare atau Taman anak dengan nama Taman Indria. Fokus Taman Indria adalah mengedepankan keterampilan-keterampilan sensorik anak.

 

Alternatif Sekolah TK

Sejak zaman kemerdekaan, sekolah TK mulai berkembang tidak hanya mempelajari sensorik saja, tetapi memuat materi keagamaan. Sekitar tahun 2000-an, TK alternatif didirikan dengan tujuan untuk melakukan perluasan layanan pendidikan yang menjangkau anak dari berbagai lapisan masyarakat.

Ada Taman Kanak-kanak yang didirikan oleh penganut agama Islam. Kurikulumnya pun dibuat sedemikian rupa sehingga materi-materi keislaman tampak kental dalam pembelajaran sehari-hari. Maka muncullah Taman Kanak-kanak Islam Terpadu atau yang biasa disebut dengan TKIT.

Ada juga TK yang dibuat oleh perguruan tinggi yang berkaitan dengan pendidikan. TK ini selain melayani masyarakat secara gratis, juga dibuat sebagai laboratorium praktek bagi mahasiswanya. Maka muncullah TK Kuliah Kerja Nyata Mahasiswa.

Selain itu, ada juga masyarakat yang menggunakan lingkungan sekitarnya sebagai bahan eksplorasi. Pembelajaran yang dilakukan anak-anak tidak hanya dibatasi di kelas. Muncullah TK Alam, TK Anak Pantai, dan Taman Kanak-kanak sejenisnya.

Beberapa TK alternatif sebagai berikut, TK Satu atap, TK anak panggung, TK Alam, TK Anak Pantai, TK Alquran, TK tempat ibadah, TK asuh, TK Bina Anaprasa, TK Lingkungan kerja, TK Keliling, dan TK Kuliah Kerja Nyata Mahasiswa.

Adanya TK Alternatif tersebut diharapkan mampu memberikan layanan pendidikan yang disesuaikan dengan kondisi baik lingkungan maupun status pendukung seperti pekerjaan orang tua.

Kurikulum sekolah TK di Indonesia disesuaikan dengan level pendidikannya. Meski begitu secara umum, setiap tingkatan akan menerapkan poin-poin penting seperti pemahaman agama, budi bahasa, berhitung, membaca (mengenal aksara dan ejaan), bernyanyi, bersosialisasi dalam lingkungan keluarga dan teman-teman sepermainannya, dan berbagai macam ketrampilan lainnya.

 

Perlengkapan Sekolah Anak TK

perlengkapan sekolah anak tkBanyak orang tua yang bingung dalam memilih perlengkapan sekolah untuk anaknya. Terutama orang tua yang baru pertama kali menyekolahkan anaknya di Taman Kanak-Kanak.

Sebenarnya, hal ini tidak perlu dibuat rumit. Kita hanya perlu memikirkan, kegiatan-kegiatan apa saja yang akan dilakukan anak di sekolah. Kelompokkan kegiatan-kegiatan tersebut, dan kemudian pikirkan, kira-kira perlengkapan sekolah apa yang akan dibutuhkan oleh mereka.

Untuk itu, silahkan simak tulisan kami yang akan membahas perlengkapan sekolah anak TK berdasarkan kegiatan anak-anak. Sedangkan untuk sekolah anak secara umum, silahkan baca tulisan kami sebelumnya yang berjudul: Perlengkapan Sekolah Anak yang Harus Dipersiapkan

1. Kegiatan Belajar

Meskipun jarang sekali sekolah Taman Kanak-kanak yang menyelenggarakan kegiatan belajar formal. Namun adakalanya proses baca tulis dilakukan oleh anak-anak TK. Terutama kegiatan menggambar.

Untuk kegiatan ini, biasanya sekolah TK banyak menggunakan crayon. Selain praktis dan mudah digunakan, crayon juga hadir dalam berbagai warna. Sangat tepat untuk mengajarkan anak menggambar, menulis, atau mewarnai. Karenanya, crayon merupakan salah 1 perlengkapan anak TK yang bisa dipersiapkan oleh orang tua.

Selain crayon, orang tua juga perlu mempersiapkan buku gambar. Belilah buku gambar polos, yang tidak memiliki garis-garis. Dengan demikian, anak bebas mengekspresikan dirinya dalam gambar atau tulisan. O iya, buku gambar polos ini selain untuk menggambar, juga bisa untuk menulis bagi anak-anak. Jadi ayah bunda tidak perlu membelikan lagi buku tulis bergaris ya.

Jika anak terlihat suka menulis, maka persiapkan juga pensil, penghapus, dan rautan. Ini sebagai alternatif crayon. Namun jika anak kurang suka menulis, ketiga benda tersebut tidak perlu dipersiapkan.

Untuk mewadahi perlengkapan belajar anak, maka sebuah kotak pensil wajib untuk dimiliki. Siapkanlah kotak pensil yang sesuai dengan tokoh favorit anak.

2. Kegiatan Bermain

Bermain merupakan kegiatan utama bagi anak-anak TK. Bahkan bisa jadi, seluruh waktu anak-anak dihabiskan untuk bermain, baik di dalam ruangan, maupun di luar ruangan.

Sebenarnya tidak ada perlengkapan khusus untuk kegiatan bermain ini. Karena biasanya, pihak sekolah sudah menyediakan semuanya.

Namun ada kalanya kegiatan bermain akan membuat baju anak kotor. Apalagi jika anak kita bersekolah di TK Alam.

Oleh sebab itulah, mempersiapkan baju ganti merupakan hal wajib bagi para orang tua. Sehingga ketika anak selesai bermain dan belajar, anak bisa langsung berganti pakaian dengan baju bersih serta kering.

3. Saat Istirahat

Ada saatnya sekolah TK mempersilahkan anak-anak untuk beristirahat. Biasanya kegiatan ini dimanfaatkan oleh anak-anak dan guru untuk memakan bekal dari rumah.

Karenanya, tempat bekal merupakan salah satu perlengkapan sekolah anak TK yang wajib disiapkan. Bisa berupa wadah makan dan minum merk Tupperware, Tulipware, ataupun merk lain.

Belilah wadah makanan yang bisa memisahkan nasi, sayur, dan lauk pauk. Jangan dijadikan satu, karena akan mengurangi kelezatan rasa dan membuat makanan cepat basi.

Untuk tempat minum, belilah yang dilengkapi dengan sedotan. Hal ini untuk mencegah baju anak basah karena tidak hati-hati saat minum.

Yang paling penting, baik wadah makanan ataupun minuman, haruslah kedap dan tertutup rapat. Ini untuk mencegah bekal anak tumpah dan mengotori tas.

4. Seluruh Kegiatan

Ada beberapa perlengkapan yang bermanfaat di seluruh kegiatan. Misalnya, untuk mewadahi perlengkapan-perlengkapan yang kami paparkan sebelumnya, anak tentu membutuhkan tas sekolah.

Pilihlah tas sekolah yang nyaman untuk dibawa anak-anak. Misalnya, jika memilih tas berjenis ransel, perhatikan tali tas yang bersentuhan dengan bahu. Pilih tali tas yang dilengkapi busa tebal, untuk mencegah cedera di bahu anak.

Jika anak-anak lebih menyukai tas berbentuk koper, pilihlah yang memiliki roda yang kuat serta fleksibel. Ini penting dilakukan agar anak bisa menarik tasnya di setiap tempat.

Selain tas, hal yang perlu dipersiapkan adalah sepatu dan kaos kaki. Pilihlah kaos kaki dan sepatu yang nyaman untuk anak. Untuk sepatu, usahakan memilih ukuran yang lebih besar 1 atau 2 nomor dibandingkan ukurannya saat ini. Hal ini penting, karena anak-anak TK sedang dalam masa pertumbuhan cepat. Kita tak ingin membeli sepatu anak sebulan sekali bukan?

Sedangkan untuk seragam sekolah, biasanya sudah disediakan oleh sekolah TK masing-masing. Jika tidak berseragam, pilihlah baju favorit anak. Dalam hal ini, usahakan anak merasa nyaman dengan pakaian yang mereka kenakan.

 

Bekal Sekolah Anak TK

Anak-anak TK masih beresiko jika diberikan uang jajan. Selain karena banyak yang belum memahami penggunaan uang dengan benar, kejahatan pun bisa mengintai anak-anak kita. Jika orang jahat mengetahui bahwa anak TK memegang uang, maka bisa jadi perampokan pun dilakukan.

Oleh sebab itulah, jangan sekali-kali membekali anak-anak kita dengan uang cash. Apalagi jika anak-anak kita tidak 100% diawasi baik oleh orang tua maupun gurunya. Sebaiknya, bekali anak-anak TK dengan hal-hal berikut:

1. Minuman

Selalu bekali anak kita dengan minuman. Kegiatan di TK tentu membuat mereka haus. Karenanya, minuman yang kita bekali kepada mereka, akan memastikan anak tidak dehidrasi.

Bekali anak dengan minuman sehat. Air putih, susu, ataupun jus buah merupakan contoh yang bisa digunakan. Sebaliknya, jangan bekali anak dengan minuman bersoda, teh manis instan, atau minuman berpengawet lainnya.

Bekal minuman ini sebaiknya diganti-ganti setiap hari. Selain agar anak tidak cepat bosan, dengan mengkonsumsi bermacam minuman sehat tersebut, kecukupan gizi anak bisa dipenuhi.

Namun demikian, kita juga jangan sampai membekali minuman terlalu banyak. Hal ini untuk memastikan agar barang bawaan di tas anak tidak terlalu berat. Oleh sebab itu, pilihlah wadah minuman kecil, berkisar antara 200 – 300 ml.

2. Makanan Pokok

Ketika anak bersekolah lebih dari 3 jam, tentu mereka akan merasa lapar. Karena itulah, bekali anak dengan makanan pokok yang biasa mereka makan.

JIka anak terbiasa makan nasi, maka bekali mereka dengan nasi beserta sayur dan lauk-pauknya. Pastikan anak menyukai sayur serta lauk pauk yang dibawa. Hal ini untuk memastikan bahwa anak memakan bekal tersebut dan tidak kelaparan di sekolah.

Jika anak bisa mengkonsumsi roti, bekali mereka dengan sandwitch kesukaannya. Usahakan agar roti isi yang dipersiapkan, bervariasi. Ini untuk menjamin anak memakan bekal tersebut.

Di kesempatan tertentu, bekali juga dengan makanan alternatif yang mengenyangkan. Misalnya pizza, bakso, soto, sate, ataupun makanan lain yang pernah dikonsumsi dan disukai anak.

3. Makanan RIngan

Ada kalanya anak menemui waktu kosong dalam kegiatannya. Waktu seperti ini biasanya dimanfaatkan anak untuk beristirahat sejenak, minum, ataupun menikmati camilan.

Sebagai orang tua yang baik, dalam hal ini, kita harus memastikan bahwa anak hanya mengkonsumsi camilan sehat. Jika memungkinkan, jangan bekali anak-anak dengan makanan ringan dalam kemasan. Apalagi yang mengandung banyak MSG.

Sebaliknya, bekalilah anak-anak dengan kue-kue basah ataupun kering yang fresh from oven. Jika kita terampil dalam memasak, kita bisa membuat kue-kue tersebut sendiri. Sebaliknya, kita juga bisa membelinya di pasar ataupun toko kue terdekat.

 

Demikian pemaparan singkat mengenai sekolah anak pada tingkat taman kanak-kanak, semoga dapat memberikan informasi yang berguna bagi Anda semua. Jika anda memiliki pengalaman ataupun ada hal lain yang ingin disampaikan, jangan ragu-ragu untuk menuliskan komentar ya. Terima Kasih.. ^__^

Tinggalkan komentar